Langsung ke konten utama

Tabungan Sampah Plastik, Sebuah Gerakan Peduli Lingkungan

Sampah plastik menjadi persoalan klasik yang tidak mudah dipecahkan. Berbagai cara ditempuh untuk menanggulangi masalah sampah ini baik oleh pemerintah, swasta atau lembaga pemerhati lingkungan.
Namun demikian masalah sampah tetap saja tak kunjung terselesaikan. Sehingga banyaj pihak yang mencari cara bagaimana membuat sebuah sistem pengelolaan sampah agar lingkungan dapat terjaga kebersihannya.
Munculnya usaha yang bisa mendaur ulang jenis sampah plastik tertentu, tidak serta merta menjadi solusi penanganan sampah ini.
Di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan pembuangan sampah seyogyanya gairah untuk meminimalkan dampak sampah plastik lebih besar. Karena dampak  negatif dari pembuangan sampah secara sembarangab bisa dirasakan langsung.
Banjir, merupakan salah satu ancaman nyata bagi masyatajat yang tinggal dipemukiman padat dan berada didataran rendah. Ketika sistem drainase terganggu oleh tumpukan sampah, sudah pasti banjir bisa mengancam warga kapanpun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Sekolah Peduli Sampah

Dalam rangka meluaskan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, KPS Lampung mepaksanakan Edukasi Sekolah Peduli  Sampah. Program ini merupakan bentuk kerjasama yang dikembangkan  Komunitas Peduli Sampah (KPS) Lampung dengan Institusi pendidikan. Pada Jumat 9 Maret  2018 Edukasi Peduli Sampah dilaksanakan di SDIT Cahaya Permata Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung  Timur. Acara ini merupakan kerjasama antara komunitas dan pihak sekolah dalam rangka mendorong kesadaran siswa siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Lebih dari itu Edukasi Peduli Sampah juga perlu di tanamkan kepada setiap individu siswa agar memiliki perilaku bijaksana terhadap sampah.

Pelajar Peduli Sampah

Aksi Peduli Sampah Oleh Pelajar MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lamtim (dok. Ma'ruf Abidin) Tulisan ini adalah cuplikan komentar terhadap postingan Bapak Ma'ruf Abidin (MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lampung Timur) pada 27 november 2018. Unggahan tentang kerja bakti siswa - siswi dan guru dalam membersihkan Lapangan Merdeka Kecamatan menarik perhatian saya untuk membuatk komentar. Berikut ini Komentar yang saya tulis. Ternyata tidak mudah mewujudkan slogan "Sampahku Tanggung Jawabku" Faktanya siapa yang buang berbeda dengan Siapa yang secara sukarela membersihkan? Seyogyanya, Siapapun yang awalnya memiliki sampah tersebut tidak membuang seenaknya di tempat umum? Bila perlu masukkan ke Tas dan dibawa pulang. Apresiasi kepada Pak Ma'ruf Abidin dan siswa MTs Muhammdiyah Purbolinggo, yang secara penuh kesadaran mengambil alih tanggung jawab para penghasil sampah. Saat ini mereka mungkin belum mampu memikul "Sampahku Tanggung Jawabku". Tapi siswa MTs...

Ayo Berpartisipasi Menyelamatkan Bumi dari Ancaman Sampah Plastik

Membuka Layanan dan Kerjasama: 1. Edukasi & Sosialisasi Pembentukan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Desa, Bank Sampah Desa atau sebutan lainnya. 2. Pelatihan Teknis Pengelolaan Bank Sampah 3. Kerjasama Pemrosesan Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah 4. Kerjasama Pemasaran Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah