Langsung ke konten utama

Menjajaki Komitmen Kerjasama Penggiat Bank Sampah Lampung Timur


Sukadana (2/1/2017)- Pengurus Komunitas Peduli Sampah (KPS) Lampung menjalin Silaturahmi dengan penggiat Bank Sampah Lampung Timur.

Silaturahmi yang dilaksanakan di Kantor DPC PKB Lampung Timur diisi dengan perkenalan antar penggiat Bank Sampah.

Dalam pembicaraan tersebut , Gunardi S.Ag. (Ketua Bank Sampah "Makmur" Desa Banjar Agung Kec. Sekampung Udik) menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pengelolaan Bank Sampah.

 Ia juga menyampaikan keinginan agar penggiat Bank Sampah di Lampung Timur lebih intensif berkomunikasi, menjalin Silaturahmi melalui pertemuan-pertemuan) untuk sharing pengalaman dalam mengelola Bank Sampah.

Lebih lanjut Dadang Suryana (Sekretaris KPS Lampung) menyambut baik gagasan Gunardi. Selaku Pengurus Komunitas, Datang menyiapkan diri dan organisasinya untuk mendorong Bank Sampah Lampung Timur bisa maju dan berkembang.

Suyatno (Ketua KPS Lampung) menyampaikan bahwa selain hal hal teknis yang di bahas dalam pertemuan antar penggiat Bank Sampah, juga harus disertai dengan pembicaraan yang menyangkut hal hal non teknis. Yang paling penting adalah membicarakan prospek pasar dari sampah yang sudah dikelola di Bank Sampah. Pada saat itulah Komunitas akan melibatkan para pelaku usaha Daur Ulang sampah. Pemasaran sampah hasil pengelolaan harus dijadikan pilar utama agar Bank Sampah bisa terjaga keberadaannya.

Dalam silaturahmi tersebut Mashudi selaku pengurus DPC PKB menyambut baik rencana penggiat Bank Sampah agar lebih berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Sekolah Peduli Sampah

Dalam rangka meluaskan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, KPS Lampung mepaksanakan Edukasi Sekolah Peduli  Sampah. Program ini merupakan bentuk kerjasama yang dikembangkan  Komunitas Peduli Sampah (KPS) Lampung dengan Institusi pendidikan. Pada Jumat 9 Maret  2018 Edukasi Peduli Sampah dilaksanakan di SDIT Cahaya Permata Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung  Timur. Acara ini merupakan kerjasama antara komunitas dan pihak sekolah dalam rangka mendorong kesadaran siswa siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Lebih dari itu Edukasi Peduli Sampah juga perlu di tanamkan kepada setiap individu siswa agar memiliki perilaku bijaksana terhadap sampah.

Sampah Adalah Dampak Nyata dari Sebuah Kegiatan

Sampah adalah bahan ikutan dari  setiap aktifitas manusia. Sebuah barang bisa disebut sampah ketika sudah tidak dipergunakan dan dibuang di sembarang tempat. Sebuah barang bisa dianggap sampah oleh seseorang, tapi belum tentu disebut sampah bagi orang lain. Beberapa menit sebelumnya benda-benda ini adalah benda berguna. Dibuat dengan biaya, tenaga, pikiran dan waktu. Namun benda yang dibuat selama berhari-hari dan dipakai beberapa jam, sudah berubah "gelar" menjadi Sampah. Benda yang di elu-elukan saat digunakan, sekian menit kemudian di terlantarkan begitu saj oleh si empunya.  Begitu singkat usia sebuah benda. Terutama plastik. Dicari-cari, dipakai sesaat lalu dibuang begitu saja. Itulah Perilaku hidup Hedonis, seperti mendewakan benda tetapi cukup kejam juga kepada benda. Tulisan ini sekedar mengajak kita semua untuk bijaksana menggunakan benda. Dalam pengelolaan Sampah ada 3 R yang perlu menjadi pertimbangan ketika kita akan memanajemen sebua...

Pelajar Peduli Sampah

Aksi Peduli Sampah Oleh Pelajar MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lamtim (dok. Ma'ruf Abidin) Tulisan ini adalah cuplikan komentar terhadap postingan Bapak Ma'ruf Abidin (MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lampung Timur) pada 27 november 2018. Unggahan tentang kerja bakti siswa - siswi dan guru dalam membersihkan Lapangan Merdeka Kecamatan menarik perhatian saya untuk membuatk komentar. Berikut ini Komentar yang saya tulis. Ternyata tidak mudah mewujudkan slogan "Sampahku Tanggung Jawabku" Faktanya siapa yang buang berbeda dengan Siapa yang secara sukarela membersihkan? Seyogyanya, Siapapun yang awalnya memiliki sampah tersebut tidak membuang seenaknya di tempat umum? Bila perlu masukkan ke Tas dan dibawa pulang. Apresiasi kepada Pak Ma'ruf Abidin dan siswa MTs Muhammdiyah Purbolinggo, yang secara penuh kesadaran mengambil alih tanggung jawab para penghasil sampah. Saat ini mereka mungkin belum mampu memikul "Sampahku Tanggung Jawabku". Tapi siswa MTs...