Langsung ke konten utama

Pasar Sampah Sebagai Embrio Bursa Sampah Lampung

Pasar Sampah Sebagai Embrio Bursa Sampah Lampung
Oleh : Suyatno KPS Lampung

Adalah sebuah meknisme yang di inisiasi KPS Lampung untuk membuat instrumen pemasaran sampah, secara kolektif bagi penggiat Bank Sampah, Pelaku Usaha Sampah dan semua pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sampah.
Dasar Pemikiran inisiasi Pasar Sampah Lampung adalah minimnya informasi mengenai pasar sampah anorganik (khususnya jenis yang bisa di diaur ulang), mulai dari jenis,  harga,  kepastian quota kebutuhan bahan daur ulang.  Ada yang lebih penting lagi adalah info jumlah pasokan sampah bahan daur ulang dan sumber pasti.
Pasar Sampah Lampung adalah sebuah gabungan aktifitas bagi penggiat Bank Sampah yang hendak melakukan komitmen penyediaan sampah bahan daur ulang,  dalam sebuah bursa sampah.
Bursa Sampah,  adalah mekanisme dan tempat yang menggabungkan sistem jual beli sampah bahan daur ulang dan atau jenis lainnya dalam periode tertentu secara kolektif dan terencana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Sekolah Peduli Sampah

Dalam rangka meluaskan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, KPS Lampung mepaksanakan Edukasi Sekolah Peduli  Sampah. Program ini merupakan bentuk kerjasama yang dikembangkan  Komunitas Peduli Sampah (KPS) Lampung dengan Institusi pendidikan. Pada Jumat 9 Maret  2018 Edukasi Peduli Sampah dilaksanakan di SDIT Cahaya Permata Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung  Timur. Acara ini merupakan kerjasama antara komunitas dan pihak sekolah dalam rangka mendorong kesadaran siswa siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Lebih dari itu Edukasi Peduli Sampah juga perlu di tanamkan kepada setiap individu siswa agar memiliki perilaku bijaksana terhadap sampah.

Pelajar Peduli Sampah

Aksi Peduli Sampah Oleh Pelajar MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lamtim (dok. Ma'ruf Abidin) Tulisan ini adalah cuplikan komentar terhadap postingan Bapak Ma'ruf Abidin (MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lampung Timur) pada 27 november 2018. Unggahan tentang kerja bakti siswa - siswi dan guru dalam membersihkan Lapangan Merdeka Kecamatan menarik perhatian saya untuk membuatk komentar. Berikut ini Komentar yang saya tulis. Ternyata tidak mudah mewujudkan slogan "Sampahku Tanggung Jawabku" Faktanya siapa yang buang berbeda dengan Siapa yang secara sukarela membersihkan? Seyogyanya, Siapapun yang awalnya memiliki sampah tersebut tidak membuang seenaknya di tempat umum? Bila perlu masukkan ke Tas dan dibawa pulang. Apresiasi kepada Pak Ma'ruf Abidin dan siswa MTs Muhammdiyah Purbolinggo, yang secara penuh kesadaran mengambil alih tanggung jawab para penghasil sampah. Saat ini mereka mungkin belum mampu memikul "Sampahku Tanggung Jawabku". Tapi siswa MTs...

Ayo Berpartisipasi Menyelamatkan Bumi dari Ancaman Sampah Plastik

Membuka Layanan dan Kerjasama: 1. Edukasi & Sosialisasi Pembentukan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Desa, Bank Sampah Desa atau sebutan lainnya. 2. Pelatihan Teknis Pengelolaan Bank Sampah 3. Kerjasama Pemrosesan Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah 4. Kerjasama Pemasaran Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah