Langsung ke konten utama

Mencari Solusi Sampah di Indonesia

Kalimat "Mencari Solusi Sampah di Indoensia" sepertinya terlalu tinggi dan serasa sedang berada di awang awang ketika mengucapkannya.  Seorang warga desa,  seperti saya saat ini baru berani berfikir bagaimana mencari "solusi Sampah di Dusun".

Hanya itu?.
Ya karena kita semua perlu mengingat bahwa sampah adalah produk ikutan setiap aktifitas manusia, maka sampah pasti ada dimana-nama (diseluruh permukaan bumi yang ada aktifitas Manusia. Tidak Peduli di Kota atau di desa terpencil.

Yang membedakan dikedua tempat  volume dan potensi dampak yang ditimbulkan oleh sampah. Gak ini bergantung pada jumlah/populasi penduduk  dan sistem pengelolaan.

KPS Lampung mencoba menginisiasi pengelolaan sampah tingkat dusun dan desa. Sebuah langkah untuk memunculkan data bahwa di wilayah perdesaan yang selama ini terlihat nyaman dan indah, kedepan juga akan menjadi wilayah yang bermasalah dengan sampah.

Sebelum itu semua terjadi, perlu ada upaya unrtuk  mengajak warga dusun untuk melakukan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Sekolah Peduli Sampah

Dalam rangka meluaskan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, KPS Lampung mepaksanakan Edukasi Sekolah Peduli  Sampah. Program ini merupakan bentuk kerjasama yang dikembangkan  Komunitas Peduli Sampah (KPS) Lampung dengan Institusi pendidikan. Pada Jumat 9 Maret  2018 Edukasi Peduli Sampah dilaksanakan di SDIT Cahaya Permata Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung  Timur. Acara ini merupakan kerjasama antara komunitas dan pihak sekolah dalam rangka mendorong kesadaran siswa siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Lebih dari itu Edukasi Peduli Sampah juga perlu di tanamkan kepada setiap individu siswa agar memiliki perilaku bijaksana terhadap sampah.

Pelajar Peduli Sampah

Aksi Peduli Sampah Oleh Pelajar MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lamtim (dok. Ma'ruf Abidin) Tulisan ini adalah cuplikan komentar terhadap postingan Bapak Ma'ruf Abidin (MTs Muhammadiyah Purbolinggo Lampung Timur) pada 27 november 2018. Unggahan tentang kerja bakti siswa - siswi dan guru dalam membersihkan Lapangan Merdeka Kecamatan menarik perhatian saya untuk membuatk komentar. Berikut ini Komentar yang saya tulis. Ternyata tidak mudah mewujudkan slogan "Sampahku Tanggung Jawabku" Faktanya siapa yang buang berbeda dengan Siapa yang secara sukarela membersihkan? Seyogyanya, Siapapun yang awalnya memiliki sampah tersebut tidak membuang seenaknya di tempat umum? Bila perlu masukkan ke Tas dan dibawa pulang. Apresiasi kepada Pak Ma'ruf Abidin dan siswa MTs Muhammdiyah Purbolinggo, yang secara penuh kesadaran mengambil alih tanggung jawab para penghasil sampah. Saat ini mereka mungkin belum mampu memikul "Sampahku Tanggung Jawabku". Tapi siswa MTs...

Ayo Berpartisipasi Menyelamatkan Bumi dari Ancaman Sampah Plastik

Membuka Layanan dan Kerjasama: 1. Edukasi & Sosialisasi Pembentukan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Desa, Bank Sampah Desa atau sebutan lainnya. 2. Pelatihan Teknis Pengelolaan Bank Sampah 3. Kerjasama Pemrosesan Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah 4. Kerjasama Pemasaran Sampah Plastik yang dihasilkan dari Bank Sampah